Internet, Jaringan & Keamanan

Kode OTP WhatsApp: Kenapa Tidak Boleh Dibagikan dan Cara Mengenali Penipuan

Tim Redaksi Jelajah Teknologi

Jawaban cepat

Kode OTP WhatsApp adalah kode pendaftaran 6 digit yang dikirim lewat SMS, telepon, atau email untuk membuktikan bahwa nomor itu memang milikmu. Siapa pun yang memegang kode itu bisa mendaftarkan akunmu di HP lain, jadi jangan pernah membagikannya, bahkan kepada teman, keluarga, atau orang yang mengaku petugas. Nyalakan juga verifikasi dua langkah di menu Akun supaya kode saja tidak cukup untuk mengambil alih akunmu.

Definisi singkat: Kode OTP WhatsApp adalah kode pendaftaran 6 digit sekali pakai yang dikirim WhatsApp untuk memastikan bahwa nomor telepon yang didaftarkan benar-benar milikmu.

Daftar isi
Ilustrasi ponsel berisi gelembung pesan dengan enam titik tersamar, perisai bergembok, dan garis putus menuju sosok asing yang dicoretIlustrasi: Jelajah Teknologi

Kode OTP WhatsApp adalah kode pendaftaran 6 digit yang dikirim WhatsApp lewat SMS, telepon, atau email untuk memastikan nomor yang sedang didaftarkan memang milikmu. Kode itu bukan sekadar angka konfirmasi. Ia adalah kunci untuk memasang akun WhatsApp-mu di HP lain, sehingga siapa pun yang mendapatkannya bisa mengambil alih akunmu. Karena itu aturannya sederhana: kode verifikasi tidak boleh dibagikan kepada siapa pun, termasuk teman, keluarga, atau orang yang mengaku petugas.

Panduan ini menjelaskan cara kerja kode OTP, kenapa penipu begitu menginginkannya, ciri-ciri pesan penipuan, dan langkah mengaktifkan verifikasi dua langkah sebagai lapisan pengaman kedua. Di bagian akhir ada pembahasan singkat soal OTP Gmail dan OTP Telegram, ditambah apa yang harus dilakukan kalau kamu terlanjur memberikan kodenya. Langkah menu di artikel ini dicek pada 15 Oktober 2026 terhadap pusat bantuan resmi WhatsApp, Google, dan Telegram yang tercantum di bagian Sumber. Halaman bantuan itu tidak menyebut nomor versi aplikasi, jadi tampilan di HP-mu bisa sedikit berbeda.

Apa itu kode OTP WhatsApp dan kenapa dikirim ke HP kamu

OTP (one-time password) adalah sebutan umum untuk kode verifikasi sekali pakai. Di WhatsApp, kode ini disebut kode pendaftaran. Menurut Pusat Bantuan WhatsApp, setiap akun harus didaftarkan dengan nomor telepon aktif, lalu WhatsApp mengirim kode untuk mengonfirmasi bahwa kamu pemilik nomor itu. Kode tersebut bersifat unik dan berubah setiap kali kamu mendaftarkan nomor telepon atau perangkat baru.

Ada tiga jalur pengiriman yang perlu kamu tahu:

JalurKapan dipakai
SMSSaat mendaftar, kode pendaftaran 6 digit dikirim ke nomormu lewat SMS
TeleponBisa dipilih lewat tombol Belum menerima kode? kalau SMS tidak masuk
EmailHanya bila kamu sudah menambahkan dan memverifikasi alamat email di akun WhatsApp

Hal yang sering tidak disadari: WhatsApp hanya bisa dipakai dengan satu nomor telepon pada satu waktu. Begitu nomormu berhasil didaftarkan di sebuah HP dengan kode yang benar, siapa pun yang sedang memakai akun itu di HP lain akan dikeluarkan otomatis. Aturan ini melindungimu saat kamu memulihkan akun sendiri. Tapi aturan yang sama juga bekerja untuk penipu kalau kode itu jatuh ke tangannya.

Menurut kami, cara paling mudah memahami OTP adalah membayangkannya sebagai kunci duplikat yang dikirim tukang kunci ke alamat rumahmu. Kunci itu dikirim ke kamu karena hanya kamu yang berhak memakainya. Kalau kamu menyerahkannya ke orang lain, sistem tidak bisa membedakan siapa pemilik sebenarnya.

Kenapa kode OTP tidak boleh dibagikan ke siapa pun

Pusat Bantuan WhatsApp menulisnya dengan tegas di halaman pemulihan akun yang disusupi: jangan pernah membagikan kode pendaftaran ke orang lain, bahkan teman ataupun keluarga. Di halaman tentang kode verifikasi yang tidak diminta, WhatsApp menjelaskan alasannya. Orang yang ingin mengambil alih akunmu butuh kode verifikasi SMS yang dikirim ke nomormu. Tanpa kode itu, ia tidak bisa menyelesaikan verifikasi dan tidak bisa memakai nomormu di WhatsApp.

Larangan yang sama berlaku di layanan lain, dan ketiganya sepakat:

LayananKe mana kode dikirimPesan dari pusat bantuan resminya
WhatsAppSMS, telepon, atau emailJangan pernah membagikan kode pendaftaran 6 digit atau kata sandi kepada siapa pun
Akun Google (Gmail)SMS, panggilan suara, atau aplikasi kodeJangan pernah membagikan kode verifikasi, dan Google tidak akan menelepon untuk memverifikasi kode
TelegramObrolan resmi bernama Telegram atau SMSKode masuk tidak boleh dibagikan dengan siapa pun, termasuk layanan atau aplikasi lain

Banyak orang mengira orang terdekat aman diberi kode. Tapi yang jarang dibahas, pesan permintaan kode bisa saja datang dari akun teman yang sudah lebih dulu dibajak. WhatsApp sendiri mengingatkan bahwa pesan mencurigakan dari kontak yang dikenal bisa berarti akun orang itu sudah disusupi. Jadi "dia kan temanku" bukan alasan untuk mengirim kode.

Diagram empat langkah pembajakan akun WhatsApp: pelaku mendaftar dengan nomormu, kode masuk ke HP kamu, pelaku meminta kode, akun pindah dan kamu keluar
Pembajakan lewat kode OTP hanya berhasil kalau kamu menyerahkan kodenya di langkah 3. Selama kode tidak dibagikan, rantainya putus. (Diagram: Jelajah Teknologi)

Ada satu fakta lagi yang membuat taruhannya tinggi. Pengambil alih akun bisa menyamar sebagai kamu di obrolan pribadi dan grup. Karena itu WhatsApp menyarankan kamu memberi tahu teman dan keluarga kalau akunmu dicurigai dipakai orang lain.

Ciri pesan penipuan yang mengincar kode OTP

Penipu tidak selalu meminta kode di kalimat pertama. Ada yang mendesak supaya kamu panik, ada juga yang mengobrol dulu supaya kamu percaya. Halaman Tentang Pesan Mencurigakan dan Penipuan merangkum delapan tanda yang patut kamu waspadai dari pengirim:

  1. Ada kesalahan ketik atau tata bahasa.
  2. Meminta kamu mengetuk tautan, mengaktifkan fitur baru lewat tautan, atau mengunduh aplikasi.
  3. Meminta informasi pribadi seperti nomor rekening, tanggal lahir, atau kata sandi.
  4. Meminta uang, atau mengaku kamu harus membayar supaya bisa memakai WhatsApp.
  5. Berpura-pura menjadi orang yang kamu kenal.
  6. Membawa kabar soal lotre, perjudian, pekerjaan, investasi, atau pinjaman.
  7. Mengobrol dulu untuk membangun kepercayaan sebelum meminta informasi pribadi.
  8. Meminta kamu meneruskan pesan.
Diagram delapan kotak tanda pesan penipuan menurut WhatsApp, tiga di antaranya disorot oranye: minta ketuk tautan, minta data pribadi, dan minta uang
Delapan tanda pesan penipuan dari Pusat Bantuan WhatsApp. Tiga kotak oranye adalah permintaan yang paling sering berujung kerugian. (Diagram: Jelajah Teknologi)

Ingat juga dua hal dari WhatsApp. Pertama, WhatsApp adalah aplikasi gratis. Orang yang meminta bayaran untuk memakai WhatsApp atau menawarkan membuka blokir akun dengan imbalan uang kemungkinan mengincar data pribadi atau keuanganmu. Kedua, tim dukungan WhatsApp hanya mengirim pesan dari akun yang punya lencana terverifikasi dan label Akun Tim Dukungan Resmi. Lewat email, mereka hanya memakai alamat berakhiran @support.whatsapp.com.

Pola yang sama berlaku di luar WhatsApp. Bantuan Gmail mengingatkan bahwa scammer memanfaatkan emosi agar kamu bertindak gegabah, sering dengan mengaku sebagai teman, keluarga, rekan kerja, bank, atau petugas pajak. Saran Google: hubungi langsung orangnya lewat kontak yang biasa kamu pakai.

Saran kami sederhana: setiap kali ada yang meminta "kode yang barusan masuk", anggap itu tanda bahaya paling jelas. Tidak ada urusan sah yang membutuhkan kode pendaftaran WhatsApp milikmu.

Kalau tiba-tiba menerima kode yang tidak kamu minta

Menerima SMS kode WhatsApp padahal tidak sedang mendaftar memang bikin deg-degan. Menurut WhatsApp, artinya ada seseorang yang memasukkan nomormu dan meminta kode pendaftaran. Penyebabnya bisa sepele, misalnya orang lain salah mengetik nomornya sendiri. Bisa juga ada yang sedang mencoba mengambil alih akunmu.

Yang perlu kamu lakukan justru sedikit:

  1. Diamkan kodenya. Jangan dibalas, jangan diteruskan, dan jangan dibacakan ke siapa pun yang menelepon atau mengirim pesan setelahnya.
  2. Tolak siapa pun yang meminta kode itu, apa pun alasannya, termasuk yang mengaku salah mengirim kode ke nomormu. Tanpa kode itu, ia tidak bisa menyelesaikan verifikasi.
  3. Nyalakan verifikasi dua langkah kalau belum, supaya kode saja tidak cukup untuk memindahkan akunmu.

WhatsApp juga menulis bahwa mereka tidak punya cukup informasi untuk mengidentifikasi siapa yang mencoba memverifikasi akunmu. Jadi jangan berharap bisa melacak pelakunya lewat WhatsApp.

Kabar baiknya, menurut WhatsApp, pesan dienkripsi end-to-end dan disimpan di perangkatmu. Artinya, orang yang mendaftarkan ulang akunmu di perangkat lain tidak bisa membaca percakapanmu sebelumnya. Tapi ia tetap bisa mengirim pesan baru atas namamu, dan bagian itulah yang paling sering dipakai untuk menipu orang-orang di daftar kontakmu.

Cara mengaktifkan verifikasi dua langkah di WhatsApp

Verifikasi dua langkah adalah fitur opsional yang menambahkan lapisan keamanan ke akun WhatsApp. Saat fitur ini aktif, siapa pun yang mendaftarkan nomormu di HP baru harus memasukkan kata sandi buatanmu, bukan hanya kode SMS. Catatan dari WhatsApp: PIN 6 digit untuk verifikasi dua langkah sedang ditingkatkan menjadi kata sandi, jadi istilah yang kamu lihat di layar mungkin kata sandi.

Langkah berikut disalin dari halaman Cara Mengelola Pengaturan Verifikasi Dua Langkah versi Android dan iOS. Nama menu ditulis persis seperti di halaman itu.

Di HP Android

Diagram jalur menu WhatsApp Android: Lainnya, lalu Pengaturan, lalu Akun, lalu Verifikasi dua langkah1Lainnya2Pengaturan3Akun4Verifikasidua langkahDiagram jalur menu WhatsApp Android: Lainnya, lalu Pengaturan, lalu Akun, lalu Verifikasi dua langkah1Lainnya2Pengaturan3Akun4Verifikasidua langkah
Diagram jalur menu WhatsApp Android: Lainnya, lalu Pengaturan, lalu Akun, lalu Verifikasi dua langkah (Diagram: Jelajah Teknologi)
  1. Di WhatsApp, ketuk Lainnya (ikon tiga titik vertikal) > Pengaturan > Akun > Verifikasi dua langkah.
  2. Aktifkan opsi Nyalakan verifikasi dua langkah.
  3. Buat kata sandi yang kuat, lalu konfirmasi.
  4. Masukkan alamat email yang bisa kamu akses dan ketuk Berikutnya, atau ketuk Lewati.
  5. Ketuk Percayai perangkat ini atau Lewati.

Di iPhone

  1. Di WhatsApp, ketuk tab "Anda" > Akun > Verifikasi dua langkah.
  2. Aktifkan opsi Nyalakan verifikasi dua langkah.
  3. Buat kata sandi yang kuat, lalu konfirmasi.
  4. Masukkan alamat email yang bisa kamu akses dan ketuk Berikutnya, atau ketuk Lewati.
  5. Ketuk Percayai perangkat ini atau Lewati.

Jujur saja, kami menyarankan kamu tidak melewati langkah email. Alamat email membantu saat kamu lupa kata sandi, dan WhatsApp juga bisa mengirim kode pendaftaran lewat email bila alamatnya sudah diverifikasi. Untuk membuat kata sandi yang sulit ditebak, kamu bisa mencoba pemeriksa kekuatan password dengan contoh yang mirip, bukan kata sandi aslimu.

Satu hal yang perlu diluruskan: verifikasi dua langkah bukan pelindung kalau kamu sendiri yang menyerahkan kata sandinya. Halaman Tentang Pendaftaran dan Verifikasi Dua Langkah mengingatkan agar kode 6 digit dan kata sandi tidak dibagikan kepada siapa pun. Penipu yang sudah berhasil meminta kode SMS biasanya akan mencoba meminta kata sandinya juga.

OTP Gmail: kode verifikasi Akun Google dan cara mengamankannya

Di Gmail, OTP muncul sebagai kode verifikasi Akun Google. Kode 6 digit dikirim lewat pesan teks atau panggilan suara saat kamu login dengan Verifikasi 2 Langkah. Halaman Mengaktifkan Verifikasi 2 Langkah memuat peringatan yang sama: jangan pernah membagikan kode verifikasi karena scammer mungkin mencoba mengambil alih akunmu, dan kamu tidak akan menerima panggilan dari Google untuk memverifikasi kode.

Cara menyalakannya dari halaman bantuan Google:

Diagram jalur menu Akun Google: Keamanan & login, lalu Aktifkan Verifikasi 2 Langkah1Akun Google2Keamanan & login3Aktifkan Verifikasi2 LangkahDiagram jalur menu Akun Google: Keamanan & login, lalu Aktifkan Verifikasi 2 Langkah1Akun Google2Keamanan & login3Aktifkan Verifikasi2 Langkah
Diagram jalur menu Akun Google: Keamanan & login, lalu Aktifkan Verifikasi 2 Langkah (Diagram: Jelajah Teknologi)
  1. Buka Akun Google kamu.
  2. Ketuk Keamanan & login.
  3. Di bagian "Cara Anda login ke Google", pilih Aktifkan Verifikasi 2 Langkah.
  4. Ikuti petunjuk di layar.

Yang menarik, Google sendiri tidak menempatkan kode SMS sebagai pilihan terbaik. Menurut halaman yang sama, kode lewat pesan teks atau panggilan rentan terhadap peretasan berbasis nomor telepon. Google menyarankan dialog Google (notifikasi yang cukup kamu ketuk Ya atau Tidak) karena lebih mudah dan membantu melindungi dari pertukaran SIM. Kunci sandi dan kunci keamanan hardware disebut memberi perlindungan lebih baik terhadap phishing. Simpan juga kode cadangan 8 digit di tempat aman untuk berjaga kalau HP hilang.

Kalau kamu baru membuat akun, panduan bikin email baru di Gmail membahas pengaturan keamanan awalnya. Untuk email mencurigakan, Gmail menyediakan tombol laporan: di komputer, buka pesannya, klik Lainnya di samping Balas, lalu klik Laporkan phishing. Gmail juga menegaskan tidak akan pernah meminta informasi pribadi seperti sandi lewat email.

OTP Telegram: kode masuk dan Verifikasi Dua Langkah

Telegram bisa mengirim kode masuk lewat SMS. Kalau belakangan kamu memakai Telegram di perangkat lain, kodenya mungkin dikirim lewat obrolan resmi bernama Telegram yang bercentang biru. Menurut Telegram FAQ, kode masuk itu tidak boleh dibagikan dengan siapa pun, termasuk layanan atau aplikasi lain.

Ada satu hal yang sering membingungkan. Telegram juga punya obrolan bernama Kode Verifikasi yang dipakai layanan pihak ketiga, misalnya situs atau toko online, untuk mengirim kode login mereka. Kalau kamu tidak merasa meminta kode di obrolan itu, Telegram menyarankan cukup ketuk kodenya lalu pilih Laporkan.

Supaya nomor telepon saja tidak cukup untuk masuk ke akunmu, aktifkan kata sandi tambahan:

Diagram jalur menu Telegram: Pengaturan, lalu Privasi dan Keamanan, lalu Verifikasi Dua Langkah1Pengaturan2Privasi danKeamanan3VerifikasiDua LangkahDiagram jalur menu Telegram: Pengaturan, lalu Privasi dan Keamanan, lalu Verifikasi Dua Langkah1Pengaturan2Privasi danKeamanan3VerifikasiDua Langkah
Diagram jalur menu Telegram: Pengaturan, lalu Privasi dan Keamanan, lalu Verifikasi Dua Langkah (Diagram: Jelajah Teknologi)
  1. Buka Pengaturan.
  2. Ketuk Privasi dan Keamanan.
  3. Ketuk Verifikasi Dua Langkah, lalu buat kata sandi dan, bila mau, email pemulihan.

Setelah aktif, kamu butuh kode SMS dan kata sandi untuk masuk. Telegram juga mengingatkan agar akun email pemulihan itu dilindungi sandi kuat dan verifikasi dua langkah. Untuk bot, saran Telegram jelas: perlakukan semua bot sebagai orang asing dan jangan berikan kata sandi, kode Telegram, atau nomor rekening. Kalau ada penipu yang berpura-pura menjadi kamu, Telegram meminta kamu menghubungi @NoToScam.

Terlanjur memberikan kode OTP? Lakukan ini secepatnya

Panik itu wajar, tapi waktu sangat berharga. Kerjakan langkah untuk aplikasi yang kodenya terlanjur kamu berikan.

WhatsApp

Urutannya dari halaman Cara Memulihkan Akun yang Disusupi:

  1. Buka WhatsApp di HP-mu, ketuk Login kembali > Lanjut.
  2. Jika diminta, masukkan nomor telepon lengkap dengan kode negara, lalu ketuk Lanjut > Oke.
  3. Masukkan kode 6 digit yang kamu terima lewat SMS atau telepon. Semua perangkat yang login ke akunmu akan dikeluarkan otomatis.
  4. Kalau diminta PIN verifikasi dua langkah yang tidak kamu ketahui, bisa jadi pelaku sudah mengaktifkannya (WhatsApp menyebut kasus ini jarang). Tanpa PIN, WhatsApp meminta kamu menunggu 7 hari lalu mencoba lagi.
  5. Beri tahu teman dan keluarga bahwa akunmu sempat dipakai orang lain.

Ada dua hal yang sering salah kaprah. Pertama, mengganti kata sandi tidak akan mengeluarkan orang lain dari akunmu. Satu-satunya cara menurut WhatsApp adalah mendaftar ulang dengan kode 6 digit tadi. Kedua, jangan buru-buru melaporkan akunmu sendiri yang sedang dibajak. WhatsApp menyebut akun itu bisa diblokir karena melanggar Ketentuan Layanan dan kamu bisa kehilangan akses, jadi pulihkan dulu baru laporkan. Kalau akunmu ternyata sudah terblokir, ikuti langkah mengatasi WA diblokir mulai dari yang paling aman.

Akun Google (Gmail)

Halaman Mengamankan Akun Google yang diretas atau disusupi memisahkan pemeriksaan aktivitas dan pemeriksaan perangkat. Lakukan keduanya:

  1. Tinjau aktivitas. Buka Akun Google > Keamanan & login. Di panel "Peristiwa keamanan baru-baru ini", pilih Tinjau peristiwa keamanan. Kalau ada aktivitas yang tidak kamu lakukan, pilih Tidak, itu bukan saya, lalu ikuti langkah di layar untuk mengamankan akunmu.
  2. Tinjau perangkat. Buka Akun Google > "Perangkat Anda" > Kelola perangkat, lalu periksa apakah ada perangkat yang tidak kamu kenali. Kalau ada, pilih Tidak mengenali perangkat? dan ikuti langkah di layar.

Telegram

Telegram FAQ tidak punya bagian khusus untuk kode yang terlanjur dibagikan. Tapi bagian tentang ponsel yang dicuri memuat dua langkah yang gunanya sama, yaitu mengunci akun dan mengeluarkan perangkat lain:

  1. Buka Pengaturan > Privasi dan Keamanan, lalu nyalakan Verifikasi Dua Langkah. Dengan begitu, nomor telepon saja tidak cukup untuk masuk ke akunmu.
  2. Buka Pengaturan > Perangkat (atau Privasi & Keamanan > Sesi Aktif), lalu hentikan sesi Telegram di perangkat yang bukan milikmu. Menurut Telegram, orang yang sesinya dihentikan tidak bisa masuk kembali karena tidak tahu kata sandimu.

Kalau ada penipu yang berpura-pura menjadi kamu di Telegram, hubungi @NoToScam seperti yang disebut di bagian OTP Telegram di atas.

Kalau uang sudah terlanjur ditransfer

Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) milik OJK meminta korban segera melapor lewat portalnya untuk upaya pemblokiran rekening dan membuat laporan polisi di kantor polisi terdekat. Siapkan bukti transfer, data rekeningmu, data rekening penipu, dan bukti percakapan. Menurut halaman WhatsApp untuk pengguna di Indonesia, laporan juga bisa dikirim lewat jalur pelaporan Kominfo (aduankonten.id) atau obrolan WhatsApp Kementerian Perdagangan di +62 853 1111 1010.

Kebiasaan kecil yang membuat penipu kehilangan jalan

Penipuan OTP juga menjadi perhatian lembaga resmi di Indonesia. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bahkan mencantumkan panduan berjudul "Waspada SIM SWP dan OTP Fraud" di halaman Panduan Keamanan miliknya. Kabar baiknya, perlindungan paling efektif justru murah dan bisa kamu pasang hari ini.

  • Aktifkan verifikasi dua langkah di WhatsApp, Akun Google, dan Telegram, lalu tambahkan email pemulihan.
  • Berhenti sejenak sebelum membalas. Langkah pertama yang disarankan WhatsApp adalah berhenti dan berpikir: apakah nomornya tidak dikenal, apakah kamu didesak, apakah kamu diminta mentransfer uang atau membagikan PIN?
  • Verifikasi lewat jalur lain. Kalau "teman" meminta kode atau uang, telepon langsung nomor yang biasa kamu pakai, atau ajukan pertanyaan pribadi yang hanya ia tahu.
  • Blokir dan laporkan. Di WhatsApp Android, buka obrolannya, ketuk ikon tiga titik vertikal > Lainnya > Laporkan, lalu ketuk Laporkan sekali lagi. Di iPhone, ketuk nama kontak, gulir ke bagian bawah layar, lalu ketuk Laporkan diikuti nama kontaknya.
  • Jaga kartu SIM tetap aktif. WhatsApp menyebut tanpa kartu SIM kamu tidak bisa memulihkan akun dengan nomor yang sama.
Kartu SIM nano berwarna emas di samping baki SIM ungu yang dilepas dari ponsel, dengan penggaris sentimeter di bawahnya
Kode pendaftaran WhatsApp dikirim ke nomor di kartu SIM ini. WhatsApp menyebut tanpa kartu SIM kamu tidak bisa memulihkan akun dengan nomor yang sama, jadi jaga nomormu tetap aktif. (Foto: BwDraco / Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0)

Menurut kami, kebiasaan paling ampuh justru yang paling membosankan: anggap semua kode verifikasi sebagai rahasia pribadi, sama seperti PIN ATM. Kalau WhatsApp-mu sedang bermasalah karena hal lain, misalnya WhatsApp tidak menanggapi, selesaikan lewat langkah resmi dan jangan lewat "teknisi" yang meminta kode. Untuk gambaran yang lebih luas tentang ancaman di internet, baca juga penjelasan kami soal keamanan siber dan kumpulan panduan lain di pilar Internet dan Keamanan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa beda kode OTP WhatsApp dengan PIN verifikasi dua langkah?

Kode pendaftaran 6 digit dikirim WhatsApp lewat SMS, telepon, atau email setiap kali nomormu didaftarkan, dan berubah setiap pendaftaran. PIN atau kata sandi verifikasi dua langkah kamu buat sendiri sebagai lapisan kedua. WhatsApp sedang meningkatkan PIN 6 digit itu menjadi kata sandi.

Saya menerima kode WhatsApp padahal tidak meminta. Apakah akun saya diretas?

Belum tentu. Menurut Pusat Bantuan WhatsApp, artinya ada yang memasukkan nomormu dan meminta kode, bisa karena salah ketik nomor atau karena ada yang mencoba mengambil alih akunmu. Selama kode itu tidak kamu bagikan, orang tersebut tidak bisa menyelesaikan verifikasi.

Apakah WhatsApp atau Google pernah menelepon untuk meminta kode verifikasi?

Tidak. WhatsApp menyatakan tidak akan pernah meminta PIN atau informasi pribadi yang sensitif, dan Google menyatakan kamu tidak akan menerima panggilan dari Google untuk memverifikasi kode. Penelepon atau pengirim pesan yang meminta kode itu patut dianggap penipu.

Kenapa ada kode di obrolan Kode Verifikasi di Telegram?

Telegram mengizinkan layanan pihak ketiga mengirim kode verifikasi lewat obrolan Kode Verifikasi yang terverifikasi. Kalau kamu tidak meminta kode itu, ketuk kodenya lalu pilih Laporkan. Kode masuk untuk akun Telegram sendiri dikirim ke obrolan Telegram yang terverifikasi dan tidak boleh dibagikan.

Saya terlanjur mengirim kode dan uang saya ikut ditransfer. Lapor ke mana?

Pulihkan dulu akunmu lewat kode SMS 6 digit. Untuk kerugian uang, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) milik OJK meminta korban segera melapor lewat portal iasc.ojk.go.id untuk upaya pemblokiran rekening dan membuat laporan polisi di kantor polisi terdekat.

Apa itu kode OTP?

OTP (one-time password) adalah kode verifikasi sekali pakai yang dikirim untuk memastikan kamu pemilik nomor atau akun. Di WhatsApp, kode ini disebut kode pendaftaran. Kodenya unik dan berubah setiap kali kamu mendaftarkan nomor atau perangkat baru.

Bagaimana cara mengaktifkan verifikasi dua langkah di WhatsApp?

Di Android, ketuk Lainnya > Pengaturan > Akun > Verifikasi dua langkah, lalu aktifkan Nyalakan verifikasi dua langkah. Di iPhone, mulai dari tab “Anda” > Akun > Verifikasi dua langkah. Buat kata sandi yang kuat, lalu tambahkan email supaya akun lebih mudah dipulihkan.

Apakah orang yang membajak WhatsApp bisa membaca chat lama?

Menurut WhatsApp, pesan dienkripsi end-to-end dan disimpan di perangkatmu, jadi orang yang mendaftarkan ulang akunmu di HP lain tidak bisa membaca percakapan sebelumnya. Tapi ia tetap bisa mengirim pesan baru atas namamu, dan itu yang sering dipakai untuk menipu kontakmu.

Sumber

  1. Cara Melindungi Diri dari Pesan Mencurigakan dan Penipuan (Pusat Bantuan WhatsApp)faq.whatsapp.com
  2. Tentang Pesan Mencurigakan dan Penipuan (Pusat Bantuan WhatsApp)faq.whatsapp.com
  3. Menerima Kode Verifikasi yang Tidak Diminta (Pusat Bantuan WhatsApp)faq.whatsapp.com
  4. Cara Memulihkan Akun yang Disusupi (Pusat Bantuan WhatsApp)faq.whatsapp.com
  5. Cara Mengelola Pengaturan Verifikasi Dua Langkah (Pusat Bantuan WhatsApp)faq.whatsapp.com
  6. Tentang Pendaftaran dan Verifikasi Dua Langkah (Pusat Bantuan WhatsApp)faq.whatsapp.com
  7. Berkomunikasi secara Aman dengan Tim Dukungan WhatsApp (Pusat Bantuan WhatsApp)faq.whatsapp.com
  8. Cara Mendaftarkan Nomor Telepon (Pusat Bantuan WhatsApp)faq.whatsapp.com
  9. Memastikan Keamanan Pengguna WhatsApp di Indonesia (Pusat Bantuan WhatsApp)faq.whatsapp.com
  10. Mengaktifkan Verifikasi 2 Langkah (Bantuan Akun Google)support.google.com
  11. Menghindari & melaporkan email phishing (Bantuan Gmail)support.google.com
  12. Mengamankan Akun Google yang diretas atau disusupi (Bantuan Akun Google)support.google.com
  13. Telegram FAQ (Telegram)telegram.org
  14. Cara Memblokir dan Melaporkan Seseorang (Pusat Bantuan WhatsApp)faq.whatsapp.com
  15. Panduan Keamanan (Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN))bssn.go.id
  16. Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) (Otoritas Jasa Keuangan)iasc.ojk.go.id

Artikel terkait

  1. StockSnap.io, CC0 1.0Foto: Burst / StockSnap.io, CC0 1.0
  2. Ilustrasi: Jelajah Teknologi
  3. Ilustrasi: Jelajah Teknologi