Artificial Intelligence (AI) Adalah: Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya
Jawaban cepat
Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah serangkaian teknologi yang membuat komputer bisa belajar dari data, bernalar, dan mengerjakan tugas yang biasanya butuh kecerdasan manusia, seperti memahami bahasa atau mengenali gambar. AI bekerja dengan mencari pola di data dalam jumlah besar, lalu memakai pola itu untuk menebak jawaban atas masukan baru. Contoh yang sudah kamu pakai tiap hari antara lain filter spam di email, rekomendasi tontonan, aplikasi navigasi, dan chatbot.
Definisi singkat: Artificial intelligence (AI) adalah serangkaian teknologi yang memberdayakan komputer untuk belajar, bernalar, dan melakukan tugas tingkat lanjut yang sebelumnya memerlukan kecerdasan manusia, seperti memahami bahasa dan menganalisis data.
Daftar isi
Ilustrasi: Jelajah TeknologiArtificial intelligence (AI), atau kecerdasan buatan, adalah serangkaian teknologi yang membuat komputer bisa belajar dari data, bernalar, dan mengerjakan tugas yang biasanya butuh kecerdasan manusia, seperti memahami bahasa, mengenali gambar, dan menganalisis data. Kamu mungkin sudah memakainya tiap hari tanpa sadar: filter spam di email, rekomendasi di layanan streaming, dan aplikasi navigasi seperti Google Maps semuanya mengandalkan AI, seperti dijelaskan di halaman pengantar AI Google Cloud.
Panduan ini menjelaskan AI dari nol dengan bahasa sehari-hari. Kamu akan tahu kepanjangan dan arti AI, cara kerjanya, beda AI dengan machine learning, jenis-jenisnya, contoh di sekitar kita, sejarah singkatnya, sampai risiko yang perlu diwaspadai dan aturan etikanya di Indonesia. Kalau kamu ingin menjelajah topik teknologi baru lainnya, mampir juga ke kumpulan panduan AI dan teknologi baru.
Apa itu artificial intelligence?
Google Cloud mendefinisikan kecerdasan buatan sebagai serangkaian teknologi yang memberdayakan komputer untuk belajar, bernalar, dan melakukan tugas tingkat lanjut dengan cara yang sebelumnya memerlukan kecerdasan manusia. IBM memakai rumusan yang mirip: AI adalah teknologi yang memungkinkan komputer dan mesin menyimulasikan pembelajaran, pemahaman, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, kreativitas, dan otonomi manusia.
Dua definisi itu punya satu benang merah. AI bukan satu aplikasi atau satu alat, melainkan bidang yang luas. Google Cloud menyebut AI mencakup ilmu komputer, statistik dan analisis data, rekayasa perangkat keras dan perangkat lunak, linguistik, ilmu saraf, bahkan filsafat dan psikologi.
Supaya lebih kebayang, bandingkan dengan program komputer biasa. Kalkulator bekerja dengan aturan yang ditulis lengkap oleh pembuatnya: tekan 2 + 2, keluar 4. Sistem AI tidak diberi semua aturan satu per satu. Ia diberi banyak contoh, lalu menemukan polanya sendiri. Contoh yang dipakai Google Cloud mudah diingat: komputer diajari mengenali burung dengan diperlihatkan ribuan gambar burung, sampai ia belajar sendiri seperti apa rupa burung.
Kepanjangan AI dan istilahnya dalam bahasa Indonesia
Kepanjangan AI adalah Artificial Intelligence. Kata artificial berarti buatan, dan intelligence berarti kecerdasan. Karena itu, istilah yang paling sering kamu temui adalah kecerdasan buatan, istilah yang juga dipakai halaman resmi Google Cloud dan IBM berbahasa Indonesia.
Di dokumen pemerintah, kamu akan menemukan istilah lain: kecerdasan artifisial. Istilah ini dipakai dalam Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 Tahun 2023, yang mendefinisikan kecerdasan artifisial sebagai bentuk pemrograman pada suatu perangkat komputer dalam melakukan pemrosesan dan/atau pengolahan data secara cermat. Jadi kalau kamu bertanya "AI artinya apa?", jawabannya sama saja: kecerdasan buatan, kecerdasan artifisial, dan artificial intelligence merujuk pada hal yang sama.
Cara kerja AI dalam bahasa sederhana
Menurut Google Cloud, teknik AI memang beragam, tetapi semuanya bergantung pada tiga bahan: data, algoritma (resep langkah pengolahan), dan daya komputasi (kemampuan mesin menghitung). Sistem AI belajar dengan "melihat" data dalam jumlah besar, lalu menemukan pola dan hubungan yang mungkin terlewat oleh manusia. Data itulah bahan latihannya, sehingga mutu dan jumlahnya sangat menentukan seberapa bagus hasil AI.

Kalau dipecah, alurnya kira-kira seperti ini:
- Data dikumpulkan. Bisa berupa teks, gambar, suara, atau angka.
- Model dilatih. Algoritma membaca data itu berulang-ulang untuk menemukan pola. IBM menjelaskan bahwa melatih model besar untuk AI generatif butuh ribuan unit pemrosesan grafis (GPU) yang bekerja berminggu-minggu, dengan biaya yang biasanya mencapai jutaan dolar.
- Model dipakai. Model yang sudah terlatih menerima masukan baru, misalnya pertanyaanmu, lalu menebak jawaban yang paling cocok berdasarkan pola yang ia pelajari.
- Hasil dinilai dan disetel ulang. Pengembang menilai keluaran model secara berkala dan menyetelnya lagi supaya lebih akurat.

Satu hal yang jarang disadari pemula: AI tidak "tahu" jawaban seperti manusia tahu. Ia menebak berdasarkan pola. Itu sebabnya jawaban AI bisa terdengar sangat meyakinkan tetapi salah. Kalau data latihnya kurang lengkap atau berat sebelah, tebakannya ikut melenceng. Kami akan membahas masalah ini lebih jauh di bagian keterbatasan AI.
Beda AI, machine learning, deep learning, dan AI generatif
Empat istilah ini sering dipakai bergantian, padahal maknanya berbeda. IBM menyarankan cara berpikir yang sederhana: anggap saja sebagai serangkaian konsep bersarang. Bayangkan seperti boneka susun, dengan AI sebagai boneka paling luar dan istilah lain tersimpan di dalamnya.

| Istilah | Penjelasan singkat | Contoh |
|---|---|---|
| Kecerdasan buatan (AI) | Bidang luas yang membuat komputer bisa meniru kemampuan berpikir manusia. | Filter spam, aplikasi navigasi |
| Machine learning (ML) | Cabang AI yang membuat sistem belajar dari data untuk mengenali pola dan membuat prediksi tanpa diprogram langkah demi langkah. | Menandai transaksi yang mencurigakan |
| Deep learning (DL) | Cabang machine learning yang memakai jaringan neural buatan berlapis banyak. | Pengenalan gambar dan ucapan |
| AI generatif | Model deep learning yang bisa membuat konten baru, seperti teks, gambar, video, atau audio, sesuai permintaan pengguna. | Chatbot yang menulis jawaban |
Beberapa istilah turunan juga perlu kamu kenal:
- Jaringan neural adalah susunan lapisan "simpul" yang saling terhubung, terinspirasi dari cara kerja neuron di otak. IBM menyebut jaringan neural dalam (deep) punya lapisan masukan, setidaknya tiga tetapi biasanya ratusan lapisan tersembunyi, dan lapisan keluaran.
- Model bahasa besar atau large language model (LLM) adalah model bahasa dengan jumlah parameter yang sangat besar. Menurut glosarium machine learning Google for Developers, contohnya Gemini dan GPT.
- Perintah atau prompt adalah teks apa pun yang kamu masukkan ke model bahasa besar untuk mengarahkan jawabannya, misalnya pertanyaan atau instruksi.
- Agen AI adalah sistem AI yang dirancang untuk memahami lingkungannya, membuat keputusan, dan mengambil tindakan untuk mencapai tujuan tertentu, bukan sekadar menjawab perintah.
Jadi, saat orang bilang "pakai AI" untuk menulis email, yang sebenarnya dipakai adalah AI generatif berbasis model bahasa besar, yaitu bagian paling dalam dari lingkaran tadi.
Jenis-jenis artificial intelligence
Google Cloud membagi AI dengan dua cara: berdasarkan tingkat kemampuannya, dan berdasarkan cara kerjanya.
Berdasarkan kemampuan
| Jenis | Artinya | Sudah ada? |
|---|---|---|
| Kecerdasan Terbatas Buatan (ANI) | AI yang dirancang untuk satu tugas spesifik, misalnya mengenali gambar, bercakap, atau memfilter email. | Ya, satu-satunya jenis yang ada saat ini |
| Kecerdasan Umum Buatan (AGI) | AI teoretis yang mampu mengerjakan beragam tugas dan bernalar seperti manusia. | Belum ada |
| Kecerdasan Super Buatan (ASI) | Bentuk AI teoretis yang melampaui kecerdasan manusia dalam penalaran, kreativitas, dan kecerdasan emosional. | Belum ada |
Poin pentingnya: semua AI yang kamu pakai hari ini, termasuk chatbot paling canggih, masih termasuk ANI. Google Cloud menyebut model AI generatif seperti Gemini dan model bahasa besar lain sebagai contoh ANI, dan ANI tidak punya kemampuan penalaran atau kesadaran diri meskipun namanya "kecerdasan". Jadi kalau kamu membaca judul berita yang menyiratkan AI sudah "hidup", anggap saja itu berlebihan.
Berdasarkan cara kerja
- Mesin reaktif: hanya bereaksi pada rangsangan sesuai aturan yang sudah diprogram dan tidak punya memori. Contoh terkenalnya Deep Blue dari IBM yang mengalahkan juara catur Garry Kasparov pada 1997.
- Memori terbatas: bisa memakai memori jangka pendek untuk meningkatkan hasil. Sebagian besar AI modern masuk kelompok ini, misalnya chatbot yang mengingat pesan sebelumnya dalam satu percakapan.
- Teori pikiran: AI yang bisa mengenali emosi dan bereaksi dalam situasi sosial seperti manusia. Jenis ini belum ada dan masih diteliti.

Contoh artificial intelligence dalam kehidupan sehari-hari
Kamu tidak perlu membuka chatbot untuk bertemu AI. Berikut contoh yang disebut Google Cloud dan IBM, dan kemungkinan besar sebagian sudah ada di HP kamu:
- Filter spam di email. Pesan yang mencurigakan otomatis dipisahkan dari kotak masuk.
- Rekomendasi di layanan streaming. Daftar tontonan yang disesuaikan dengan kebiasaanmu.
- Aplikasi navigasi. Google Cloud menyebut Google Maps sebagai contoh aplikasi yang mengandalkan AI.
- Asisten virtual di smartphone. Kamu bisa bertanya dengan suara dan asisten menjawab.
- Pengenalan teks dari gambar (OCR). AI mengambil teks dan data dari foto dokumen, sehingga bisa disalin atau dicari.
- Deteksi penipuan transaksi. IBM menjelaskan algoritma machine learning bisa menganalisis pola transaksi dan menandai keanehan, seperti pengeluaran yang tidak biasa atau lokasi masuk yang janggal.
- Chatbot layanan pelanggan. Banyak perusahaan memakai chatbot untuk menjawab pertanyaan soal status pesanan atau kebijakan pengembalian barang.
- Bidang kesehatan dan transportasi. AI membantu menganalisis gambar medis dan dipakai kendaraan otonom untuk mendeteksi objek di jalan.
Di Jelajah Teknologi sendiri, alat AI ikut membantu riset awal dan penyusunan draf artikel. Tapi seperti dijelaskan di pedoman redaksi kami, AI tidak kami anggap sumber: setiap langkah dan klaim fitur tetap wajib punya tautan ke sumber resmi yang isinya sudah dicocokkan.
Sejarah singkat AI
AI terasa baru karena chatbot baru ramai beberapa tahun terakhir. Padahal, bidang ini sudah dirintis lebih dari 70 tahun lalu. Ringkasan berikut mengikuti linimasa yang disusun Google Cloud:
| Periode | Peristiwa penting |
|---|---|
| 1940-an sampai 1950-an | Komputer yang bisa diprogram mulai muncul. Pada 1950, Alan Turing mengusulkan "Uji Turing" untuk mengukur apakah mesin bisa berperilaku cerdas seperti manusia. |
| 1956 | Dartmouth Summer Research Project, yang diselenggarakan para pelopor seperti John McCarthy, dianggap sebagai kelahiran resmi AI sebagai disiplin ilmu. Di sinilah istilah kecerdasan buatan diciptakan. |
| 1960-an sampai 1970-an | Lahir program awal seperti ELIZA, chatbot yang bisa menyimulasikan percakapan, dan Shakey the Robot. Kesulitan teknis lalu memicu masa surutnya dana dan kemajuan yang disebut "AI Winter". |
| 1980-an sampai 2000-an | Sistem pakar dan machine learning menghidupkan kembali riset AI. Deep Blue mengalahkan grandmaster catur pada 1997. |
| 2010 sampai sekarang | Daya komputasi yang makin besar, data yang melimpah, dan terobosan deep learning memicu ledakan AI modern, termasuk AI generatif dan model bahasa besar. |
Dari linimasa ini ada pelajaran menarik. AI pernah dua kali dielu-elukan lalu mengecewakan, sampai muncul istilah "AI Winter". Menurut kami, sikap paling sehat adalah di tengah: tidak takut berlebihan, tetapi juga tidak menelan setiap klaim kehebatan AI mentah-mentah.
Manfaat dan keterbatasan AI
Manfaat yang paling sering disebut Google Cloud dan IBM antara lain:
- Mengotomatiskan tugas berulang, seperti memasukkan data, mentranskripsi panggilan telepon, atau memeriksa dokumen.
- Mengurangi kesalahan manusia pada pekerjaan yang harus dilakukan dengan cara sama setiap kali.
- Cepat menemukan pola dalam data yang jumlahnya terlalu besar untuk dibaca manusia.
- Tersedia sepanjang waktu, karena mesin tidak butuh istirahat.
Tapi AI juga punya keterbatasan nyata. Google Cloud meluruskan beberapa mitos yang sering beredar:
- AI tidak punya kesadaran atau perasaan. Model bahasa besar adalah mesin pencocokan pola yang kompleks.
- AI tidak selalu objektif. Kualitas AI bergantung pada data latihnya. Kalau datanya mengandung bias manusia, AI ikut mempelajari dan meneruskan bias itu.
- AI lebih cenderung membantu daripada mengambil alih semua pekerjaan. Banyak tugas memang bisa diotomatiskan, tetapi AI lebih sering dipakai untuk meningkatkan kemampuan manusia.
Halusinasi AI: ketika AI yakin tapi salah
Keterbatasan yang paling sering merugikan pengguna awam adalah halusinasi AI. Google Cloud mendefinisikannya sebagai hasil yang tidak tepat atau menyesatkan yang dihasilkan model AI, yang bisa disebabkan data pelatihan yang tidak memadai, asumsi keliru dari model, atau bias dalam data. Halusinasi bahkan bisa berupa tautan ke halaman web yang tidak pernah ada.
Glosarium Google for Developers memberi contoh yang mudah diingat: model AI generatif yang mengklaim Barack Obama meninggal pada 1865 sedang berhalusinasi. Jawabannya terdengar rapi, padahal faktanya salah total.
Menurut kami, bagian jawaban AI yang paling perlu dicurigai justru bukan kalimat yang terdengar ragu, melainkan kalimat yang terdengar paling yakin dan spesifik, seperti nama menu, angka, atau tanggal. Karena itu, jadikan AI teman berpikir, bukan sumber kebenaran terakhir. Untuk langkah pengaturan aplikasi, nama menu, atau angka penting, selalu cocokkan dengan pusat bantuan resmi pembuatnya.
Risiko AI yang perlu kamu waspadai
Selain salah jawab, AI juga disalahgunakan untuk penipuan. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam siaran persnya menyebut teknologi AI mulai banyak dipakai untuk kejahatan, misalnya pembuatan foto dan video palsu yang disebut deepfake. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria juga mencontohkan pemalsuan bukti transfer bank dengan AI untuk meyakinkan korban bahwa uang sudah masuk ke rekeningnya.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lewat imbauan Satgas PASTI menyebut dua modus yang perlu kamu kenali:
- Peniruan suara. AI memudahkan pelaku merekam lalu meniru suara orang yang kamu kenal, seperti teman, kolega, atau keluarga.
- Video deepfake. Pelaku membuat video palsu yang meniru wajah dan ekspresi seseorang dengan akurat.
Kalau penipuannya berupa tawaran investasi atau pinjaman online yang mencurigakan, Satgas PASTI meminta masyarakat melaporkannya lewat situs sipasti.ojk.go.id, telepon OJK 157, atau WhatsApp 081 157 157 157. Saran tambahan dari kami: sepakati "kata kunci keluarga" yang hanya diketahui orang serumah, lalu tanyakan kata itu setiap ada telepon mendadak yang meminta uang.
Risiko lain menyangkut privasi. Saat kamu mengetik pertanyaan ke chatbot, isinya tidak selalu hanya dibaca mesin. Hub Privasi Aplikasi Gemini, misalnya, menjelaskan bahwa petugas peninjau akan meninjau sebagian data yang dikumpulkan, dan meminta pengguna tidak memasukkan informasi rahasia. Jadi jangan pernah menempelkan kata sandi, kode OTP, nomor kartu, atau dokumen pribadi ke chatbot mana pun. Kalau kamu ingin memperkuat perlindungan akun, misalnya mengganti kata sandi atau memulihkan akun lewat jalur resmi, mulai dari kumpulan tutorial akun dan email.
Aturan dan etika AI di Indonesia
Indonesia sudah punya pedoman etika AI, yaitu Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial, yang ditetapkan di Jakarta pada 19 Desember 2023. Tujuannya memberi acuan nilai dan prinsip etika bagi pelaku usaha, penyelenggara sistem elektronik lingkup publik, dan penyelenggara sistem elektronik lingkup privat yang punya aktivitas pemrograman berbasis kecerdasan artifisial.
Edaran itu menyebut sejumlah nilai etika yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan AI, antara lain:
- Inklusivitas: memperhatikan kesetaraan, keadilan, dan perdamaian.
- Kemanusiaan: menjaga hak asasi manusia, hubungan sosial, dan kepercayaan setiap orang.
- Keamanan: menjaga privasi, data pribadi, dan hak pengguna.
- Transparansi: keterbukaan soal data yang dipakai untuk menghindari penyalahgunaan.
- Kredibilitas dan akuntabilitas: informasi yang dihasilkan AI harus bisa dipercaya dan dipertanggungjawabkan saat disebarkan ke publik.
- Pelindungan data pribadi sesuai peraturan perundang-undangan.
Salah satu tanggung jawab yang disebut dalam edaran itu cukup tegas: memastikan AI tidak diselenggarakan sebagai penentu kebijakan atau pengambil keputusan yang menyangkut kemanusiaan. Komdigi dalam siaran pers April 2025 menambahkan bahwa pemerintah juga memakai aturan lain untuk menindak kejahatan berbasis AI, yaitu UU ITE, UU Pelindungan Data Pribadi, KUHP, dan UU Hak Cipta.
Aturan yang lebih kuat sedang di jalan. Menurut JDIH Komdigi, Komdigi bersama kementerian lain merampungkan pembahasan RPerpres tentang Etika Kecerdasan Artifisial dan RPerpres tentang Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional Tahun 2026-2029 dalam rapat finalisasi 5 Mei 2026, sebelum keduanya diajukan kepada Presiden untuk ditetapkan. Saat kami cek pada 23 Oktober 2026, belum ada Perpres bernomor tentang kecerdasan artifisial di basis data peraturan JDIH BPK. Jadi, sampai tanggal itu, pegangan resminya tetap Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2023. Bagian ini akan kami perbarui begitu Perpres-nya terbit.
Buat kamu sebagai pengguna, edaran ini memberi pegangan yang berguna: informasi buatan AI yang kamu sebarkan tetap harus bisa dipertanggungjawabkan. Sebelum meneruskan gambar, video, atau "fakta" hasil AI ke grup keluarga, pastikan dulu kebenarannya.
Cara mulai memakai AI dengan bijak
Kamu tidak perlu jadi programmer untuk memanfaatkan AI. Yang lebih penting adalah kebiasaan memakainya dengan benar. Berikut pegangan sederhana dari kami:
- Mulai dari tugas kecil yang mudah dicek. Misalnya meringkas tulisanmu sendiri, mencari ide judul, atau merapikan kalimat. Hasilnya mudah kamu nilai benar atau tidaknya.
- Tulis perintah yang jelas. Sebutkan konteks, tujuan, dan bentuk jawaban yang kamu mau. Google Cloud menyarankan memberi tahu AI hal yang kamu inginkan dan tidak inginkan.
- Cek ulang fakta penting. Angka, tanggal, nama menu, dan langkah pengaturan wajib dicocokkan ke sumber resmi karena risiko halusinasi.
- Jaga data pribadi. Jangan masukkan kata sandi, kode OTP, data keuangan, atau dokumen rahasia.
- Tetap kritis pada konten yang terlalu mengejutkan. Video tokoh terkenal yang meminta transfer uang atau menawarkan bantuan dana patut dicurigai sebagai deepfake.
Kalau kamu baru mulai mengenal topik teknologi, memahami artificial intelligence adalah pintu masuk yang bagus karena menyentuh hampir semua hal lain: dari keamanan akun sampai perangkat rumah pintar. Lanjutkan belajar lewat panduan internet dan keamanan supaya kamu makin percaya diri memakai teknologi baru tanpa mudah tertipu.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa kepanjangan AI?
AI adalah singkatan dari Artificial Intelligence. Dalam bahasa Indonesia, Google Cloud dan IBM memakai istilah kecerdasan buatan, sedangkan dokumen resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika (sekarang Komdigi) memakai istilah kecerdasan artifisial. Ketiganya merujuk pada hal yang sama.
AI artinya apa dalam bahasa sederhana?
AI artinya komputer atau aplikasi yang bisa meniru sebagian kemampuan berpikir manusia, misalnya memahami kalimat, mengenali gambar, atau memberi saran. Kemampuan itu didapat dengan mempelajari pola dari data dalam jumlah besar, bukan karena komputernya benar-benar berpikir atau punya perasaan.
Apakah AI bisa berpikir dan punya perasaan seperti manusia?
Tidak. Google Cloud menegaskan sistem AI bisa memproses dan bahkan menyimulasikan emosi, tetapi tidak memiliki kesadaran, kesadaran diri, atau perasaan yang tulus. Model bahasa besar pada dasarnya adalah mesin pencocokan pola yang kompleks.
Apa bedanya AI dan machine learning?
AI adalah bidang paling luas, sedangkan machine learning adalah salah satu cabangnya. Machine learning membuat sistem belajar dari data untuk mengenali pola dan membuat prediksi tanpa diprogram langkah demi langkah. Deep learning dan AI generatif adalah bagian yang lebih spesifik lagi di dalam machine learning.
Kenapa jawaban chatbot AI kadang salah?
Kesalahan itu disebut halusinasi AI, yaitu hasil yang tidak tepat atau menyesatkan dari model AI. Penyebabnya antara lain data pelatihan yang kurang lengkap atau bias dan asumsi keliru dari model. Karena itu, cek ulang fakta penting dari jawaban AI ke sumber resmi sebelum kamu memakainya.
Apakah ada aturan AI di Indonesia?
Yang berlaku sekarang adalah pedoman etika berupa Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial. Selain itu, menurut JDIH Komdigi, pemerintah merampungkan pembahasan RPerpres tentang Etika Kecerdasan Artifisial dan RPerpres tentang Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional 2026-2029 pada 5 Mei 2026 untuk diajukan kepada Presiden. Saat kami cek pada 23 Oktober 2026, keduanya belum tercantum sebagai Perpres bernomor di basis data peraturan JDIH BPK.
Apa saja contoh AI dalam kehidupan sehari-hari?
Contoh yang paling dekat antara lain filter spam di email, rekomendasi tontonan di layanan streaming, aplikasi navigasi seperti Google Maps, asisten virtual di smartphone, dan pengenalan teks dari foto dokumen. Bank juga memakai machine learning untuk menandai transaksi yang tidak biasa.
Apakah AI yang ada sekarang sudah setara kecerdasan manusia?
Belum. Semua AI yang dipakai saat ini, termasuk chatbot seperti Gemini, masih tergolong Kecerdasan Terbatas Buatan (ANI) yang dirancang untuk tugas tertentu. Kecerdasan Umum Buatan (AGI) yang bisa bernalar seperti manusia di beragam tugas masih bersifat teoretis.
Sumber
- Apa itu Kecerdasan Buatan (AI)? (Google Cloud)cloud.google.com
- Apa itu Kecerdasan Buatan (AI)? (IBM)ibm.com
- Apa itu halusinasi AI? (Google Cloud)cloud.google.com
- Glosarium Machine Learning (Google for Developers)developers.google.com
- Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial (JDIH Kementerian Komunikasi dan Digital)jdih.komdigi.go.id
- Marak Penipuan dengan AI, Wamenkomdigi Nezar Patria Minta Masyarakat Waspada (Kementerian Komunikasi dan Digital)portal.komdigi.go.id
- Satgas PASTI Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan Menggunakan Artificial Intelligence (Otoritas Jasa Keuangan)ojk.go.id
- Hub Privasi Aplikasi Gemini (Bantuan Aplikasi Gemini (Google))support.google.com
- Bangun Tata Kelola AI yang Etis dan Bertanggung Jawab, Pemerintah Rampungkan Pembahasan RPerpres (JDIH Kementerian Komunikasi dan Digital)jdih.komdigi.go.id
Artikel terkait
Aplikasi AI Gratis yang Resmi dan Aman Dipakai: ChatGPT, Gemini, Claude, Copilot, dan Lainnya
Cara Menggunakan AI untuk Belajar dan Kerja: Panduan Pemula dari Prompt sampai Cek Fakta
Cara Menggunakan ChatGPT untuk Pemula: Dari Obrolan Pertama sampai Prompt yang Tepat
Tim Redaksi Jelajah TeknologiIlustrasi: Jelajah TeknologiInternet of Things (IoT) Adalah: Pengertian dan Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
Tim Redaksi Jelajah TeknologiIlustrasi: Jelajah TeknologiBlockchain Adalah: Pengertian, Cara Kerja, dan Contoh Pemakaiannya
Tim Redaksi Jelajah TeknologiIlustrasi: Jelajah Teknologi




